Moderasi Beragama dalam PESPARAWI Nasional XIII


Moderasi Beragama dalam PESPARAWI Nasional XIII

           Pesparawi (Pesta Paduan Suara Gerejawi) adalah salah satu acara bertaraf nasional yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN). Acara ini dilaksanakan setiap 3 (tiga) tahun sekali. Hingga tahun ini, Pesparawi telah dilaksanakan sebanyak 13 kali. Pesparawi Nasional XIII yang sekiranya dilaksanakan tahun 2021 sempat tertunda karena pandemi Covid-19.

           Mengangkat tema Harmony in Diversity (Harmoni Dalam Keberagaman),  Yogyakarta terpilih menjadi tuan rumah gelaran Pesparawi Nasional XIII. Acara ini dimeriahkan di beberapa titik lokasi yang berbeda. Salah satunya ada di Jogja Expo Center (JEC) yaitu Harmony Expo.

           “Melalui acara Harmony Expo ini, dengan mengikutsertakan lebih dari 100 UMKM baik yang ada di DIY maupun dari provinsi lain, semoga dapat ikut serta membangkitkan UMKM seluruh Indonesia,” ungkap Dr. H. Masmin Afif, M.Ag. selaku Kakanwil Kementerian Agama Provinsi DIY saat pembukaan Harmony Expo.

            Acara yang berlangsung dari tanggal 19 – 26 Juni 2022 ini, selain diadakan lomba paduan suara dari berbagai provinsi, juga dimeriahkan dengan stan-stan dari berbagai UMKM yang menjual berbagai kuliner, kerajinan tangan, dan pakaian. Selain itu, terdapat juga stan dari unit Eselon I Kementerian Agama yang mengangkat tema Moderasi Beragama Indonesia.

           Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, termasuk didalamnya subbagian perpustakaan, ikut serta memeriahkan acara tersebut. Stan Badan Litbang dan Diklat menyuguhkan berbagai buku-buku hasil penelitian tentang Agama dan Keagamaan. Buku-buku tersebut dibagikan secara gratis bagi para pengunjung stan. Beberapa pengunjung stan adalah pengikut media sosial @perpuskemenagri.

           “Saya tau acara ini dari instagram perpustakaan. Kebetulan saya tertarik dengan buku-buku tentang lektur, jadi saya langsung kesini sebelum diserbu yang lain.” ungkap Nabil Fahmi yang merupakan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga.

           Selain membagikan buku gratis, Badan Litbang dan Diklat juga memberikan suvenir menarik seperti kaos, topi, thumbler, kipas, dan payung. Badan Litbang dan Diklat juga ikut memperkenalkan Moderasi Beragama dengan membuat game bagi para pengunjung stan. Game tersebut berisi pengetahuan tentang 6 agama yang diakui di Indonesia, seperti kitab sucinya, tempat ibadah, hari raya, dll.

           Perpustakaan Badan Litbang dan Diklat berharap jika ada acara serupa, penyelenggara dapat melakukan kerjasama dengan pihak lain dalam hal promosi acara, baik melalui media sosial maupun media cetak lainnya. Hal tersebut agar acara yang berlangsung diketahui masyarakat secara luas, sehingga pengunjung stan semakin ramai. (NR)