Balai Diklat Keagamaan Surabaya

  • Sejarah

Sejarah BDK Surabaya

Berdasarkan KMA. No. 18/1978 tanggal 6 Maret 1978 dengan persetujuan menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (MENPAN) No. B 251/I/MENPAN/3/1978 tanggal 6 Maret 1978, maka didirikanlah Balai Penataran Guru Agama (BPGA) sebanyak 6 Balai yang tersebar di 6 propinsi untuk seluruh wilayah Indonesia, salah satunya adalah BPGA di Surabaya yang mewakili Indonesia bagian Timur yang terletak di Jl. Ngagel Jaya Utara 84 Surabaya.


Berdasarkan KMA No. 45/1981 tanggal 23 Mei 1981 diperkuat dengan KEPMENPAN No. B 504/MENPAN/5/1981 tahun 1981 sekaligus mencabut KMA No. 18 Tahun 1978 maka ditetapkan pembentukan Balai Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Teknis Keagamaan Departemen Agama yang tersebar di 12 kota, salah satunya sebagai pengganti BPGASurabaya yang sejak 1986 sampai tahun 2001 bertempat di Jl. Juanda 2 Surabaya.


Mulai tahun 2001-2002 Balai Diklat berada di Wisma Sejahtera, Jl Ketintang Madya 72 Surabaya sambil menunggu proses renovasi gedung di Jl Ketintang Madya 92 yang merupakan hasil tukar guling dengan Kanwil Departemen Agama Provinsi Jawa Timur. Baru sejak tahun 2003 Balai Diklat Keagamaan menempati lahan tersebut. Berdasarkan KMANo. 345 tahun 2004 Balai Diklat Pegawai Teknis Surabaya berubah nomenklatur menjadi Balai Diklat Keagamaan Surabaya.

  • Visi

Terwujudnya SDM Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur yang Profesional
Berdasarkan Visi tersebut Balai Diklat Keagamaan Surabaya mengemban Misi sebagai berikut : 
1. Mewujudkan tata kelola kelembagaan yang bersih dan berwibawa. 
2. Mengembangkan penyelenggaraan diklat berbasis mutu dan nilai-nilai spiritual keagamaan.
3. Meningkatkan profesionalisme widyaiswara dan tenaga kediklatan.
4. Menyediakan sarana prasarana diklat yang memadai.
5. Memperluas jaringan dan kerja sama dengan stakeholder.

  • Struktur Organisasi BDK Surabaya